Jumat, 24 September 2010

Pergerakan penumpang dan kapsitas ruang tunggu Bandara Sepinggan

A.      Analisis Pemakaian Kapasitas Ruang Tunggu Penumpang Bandar Udara Internasional Sepinggan Balikpapan.
Untuk mengetahui pamakaian kapasitas ruang tunggu penumpang Bandar Udara Internasional Sepinggan Balikpapan penulis menggunakan deskriptif eksploratif seperti yang penulis uraikan pada bab sebelumnya. Untuk metode ini menggunakan rumus :
Mt           = My
                 n

PrWy  = Mt x 100
                  CRn


Dalam analisis ini penulis menggunakan data lima tahun dari tahun 2005 – 2009 dan peramalan (forecasting) lima tahun ke depan (2010 - 2014) untuk diolah dan mendapatkan hasil analisis dari setiap tahunnya berdasarkan ketentuan pada gambar berikut ini.
SKEP.No.KM.68/KH-207/PHB/83 tanggal 19 Pebruari 1983

1.79 m2 Per Penumpang, dengan rumus :
LUAS RUANG TUNGGU : 2214,01 m2
1.       Kebutuhan luas ruangan per orang duduk :     (0,8x2.25x1.2)m2 = 2.16 m2
2.       Kebutuhan luas ruangan per orang berdiri :     (0,8x1,125x1,2) m2 = 1.08 m2
3.       Luas ruang tunggu keberangkatan yang di butuhkan :
                                                                                     (2/3x2.16) + (1/3x1,08) = 1,79
KAPASITAS RUANG TUNGGU  : 2.214,01 m2   = 1.236,88 pax
                                                                    1,79 m2 / Pax
Sumber : Dinas Ops. Sisi Udara (data diolah penulis)
Gambar IV.4 Kapasitas Ruang Tunggu pada Bandar Udara Internasional Sepinggan Balikpapan
Berdasarkan gambar IV.4 diatas penulis mengasumsikan pemakaian kapasitas ruang tunggu Bandar Udara Internasional Sepinggan Balikpapan pada dua hal sebagai berikut :
1.       Pemakaian kapasitas ruang tunggu berdasarkan seat (tempat duduk) yang tersedia.
Tabel IV.9 Pemakaian Kapasitas Ruang Tunggu Berdasarkan Seat
Tersedia pada Bandar Udara Internasinal Sepingan Balikpapan
1
2
3
4
5
6
No
Tahun
Seat yang tersedia
Penumpang Berangkat dan Transit
Pergerakan Penumpang Per Hari
Rasio Penumpang Terhadap seat Tersedia
1.
2005
675 seat
1.245.520
3.412,38
5,05 (6)
2.
2006
675 seat
1.484.710
4.067,69
6,02 (7)
3.
2007
675 seat
1.621.999
4.443,83
6,58 (7)
4.
2008
675 seat
1.834.437
5.025,85
7,44 (8)
5.
2009
675 seat
2.253.460
6.173,86
9,14 (10)

 Sumber : Data diolah dari tabel IV.7, Tribun Kaltim dan Penelitian Lapangan
Pada kolom no 3 tabel IV.9 merupakan tempat duduk yang tersedia di ruang tungu Bandar Udara Internasional Sepinggan Balikpapan sampai akhir tahun 2009 sebesar 675 seat sebelum dilakukan penambahan seat (tempat duduk) di ruang tunggu pada awal tahun 2010.
Perhitungan pemakaian kapasitas seat ruang tunggu penumpang yang tersedia pada tabel IV.9 diatas adalah sebagai berikut :
a)       Mt           = 1.245.520 = 3.412,38
                 365 (1 tahun)
PrWy  = 3.412,38 x 100  = 5,05 (6)
                        675
b)       Mt           = 1.484.710 = 4.067,69
                         365
PrWy  = 4.067,69 x 100 = 6,02 (7)
                        675
c)       Mt           = 1.621.999 = 4.443,83
                         365
PrWy  = 4.444,83 x 100  = 6,58 (7)
                         675
d)       Mt           = 1.834.437 = 5.025,85
                         365
PrWy  = 5.025,85 x 100 = 7,44 (8)
                         675
e)       Mt           = 2.253.460 = 6.173,86
                         365
PrWy  = 6.173,86 x 100  = 9,14 (10)
                        675
Dari hasil perhitungan yang ditampilkan pada tabel IV.9 diatas dapat diketahui bahwa pergerakan penumpang per hari pada Bandar Udara Internasional Sepinggan Balikpapan mengalami kepadatan penumpang dari seat yang tersedia. Seiring dengan meningkatnya pergerakan penumpang kebutuhan akan seat (tempat duduk) ruang tunggu terus meningkat setiap tahunnya, pergerakan penumpang per hari tertinggi terjadi pada tahun 2009 sebesar 6.174 penumpang dan terendah terjadi pada tahun 2005 sebesar 3.413 penumpang. Sedangkan seat yang tersedia di ruang tunggu dari tahun 2005 sampai dengan akhir tahun 2009 tidak terjadi penambahan seat (tempat duduk). Seperti yang terjadi pada tahun 2005 pergerakan penumpang per hari sebesar 3.413 penumpang dari batas kapasitas seat (tempat duduk) ruang tunggu sebanyak 675 seat. Hal tersebut menunjukan bahwa satu kapasitas seat (tempat duduk) yang tersedia di ruang tunggu Bandar Udara Internasional Sepinggan Balikpapan diperebutkan atau diduduki untuk enam penumpang pada tahun 2005, pada tahun 2006 dan 2007 satu kapasitas seat (tempat duduk) yang tersedia di ruang tunggu diperebutkan atau diduduki untuk tujuh penumpang, pada tahun 2008 satu kapasitas seat (tempat duduk) yang tersedia di ruang tunggu diperebutkan atau diduduki untuk delapan penumpang  dan sampai akhir tahun 2009 satu kapasitas seat (tempat duduk) yang tersedia di ruang tunggu diperebutkan atau diduduki untuk sepuluh penumpang.
Hal tersebut diatas menunjukan bahwa kebutuhan penumpang terhadap kapasitas seat (tempat duduk) yang tersedia tidak lagi sama dan perlu dilakukan perubahan seperti penambahan seat itu sendiri, melakukan perluasan ruang tunggu, mengubah desain ruangan dan aturan-aturan tertentu terhadap pengguna outlet yang berjualan di daerah ruang tunggu.
Untuk dapat mengetahui peramalan (forecasting) pemakaian seat (tempat duduk) yang tersedia di ruang tunggu lima tahun ke depan yaitu tahun 2010 – 2014, dapat dilihat pada tabel IV.10 berikut ini :
 Tabel IV.10 Seat (tempat duduk) Ruang Tunggu Lima Tahun Ke Depan (Demand forcasting) pada Bandar Udara Internasinal Sepingan Balikpapan
1
2
3
4
5
6
No
Tahun
Seat Yang Tersedia
Pergerakan Penumpang Berangkat dan Transit (forecasting)
Pergerakan Penumpang Per Hari
Rasio Penumpang Terhadap Seat Tersedia
1.
2010
800 seat
2.566.691
7.033
 8,79 (9)
2.
2011
1300 seat
2.923.462
8.010
 6,16 (7)
3.
2012
1300 seat
3.329.824
9.123
 7,01 (8)
4.
2013
1300 seat
3.792.670
10.391
 7,99 (8)
5.
2014
1300 seat
4.310.852
11.836
 9,10 (10)

Sumber : Data diolah dari tabel IV.7, Tribun Kaltim dan Penelitian Lapangan
Data pada kolom 5 dan 6 tabel IV.10 di peroleh dari hasil perhitungan pada halaman 68 dan pada kolom no 3 tabel IV.10 merupakan rencana jangka pendek dan jangka panjang PT. Angkasa Pura 1 (Persero) Cabang Balikpapan untuk menambah seat (tempat duduk) dalam mengatasi kepadatan penumpang pada Bandar Udara Internasional Sepinggan Balikpapan.
Seperti yang penulis uraikan pada bab landasan teory sebelumnya penambahan kapasitas seat ruang tunggu dalam tabel IV.10 diatas merupakan rencana perluasan PT. Angkasa Pura 1 (Persero) Cabang Balikpapan untuk jangka pendek dan jangka panjang.
Rencana jangka pendek, pada Pebruari 2010 akan mulai perluasan ruang tunggu hingga 500 meter ke arah apron. Dengan perluasan ini, kapasitas seat ruang tunggu domestik akan bertambah dari sebelumnya 675 kursi menjadi 800 kursi. Jumlah tersebut masih akan ditambah dengan ruang tunggu hotel transit berkapasitas sekitar 500 kursi yang juga akan segera dioperasikan. Menurut Pejabat Sementara GM PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Balikpapan, Rachman Syafrie mengatakan hal tersebut dilakukan sebagai bentuk penanggulangan interim yang akan dioperasikan ruang tunggu di hotel transit, Jadi 30 persen kepadatan ruang tunggu existing Bandara Sepinggan bisa dialihkan.
Perhitungan pemakaian kapasitas seat ruang tunggu yang tersedia (forecasting) penumpang pada tabel IV.10 diatas adalah sebagai berikut :
a)       Pada tahun 2010 rencana seat ruang tunggu yang tersedia menjadi 800 seat dari sebelumnya 675 seat.
Mt                   = 2.566.691 = 7.032,03
                365 (1 tahun)
PrWy              = 7.032,03 x 100  = 8,79
                        800
b)    Pada tahun 2011 rencana seat ruang tunggu yang tersedia menjadi 1.300 seat dari sebelumnya 800 seat.
Mt                   = 2.923.462 = 8009,48
                        365 (1 tahun)
PrWy              = 8009.48 x 100  = 6,16
                             1.300
c)     Mt                   = 3.329.824 = 9.122,8
                        365
PrWy              = 9.122,8 x 100  = 7,01
                     1.300
d)    Mt                   = 3.792,670 = 10.390,87
                        365
PrWy              = 10.390,87 x 100  = 7.99
                      1.300
e)     Mt                   = 4.319.852 = 11.835,21
                        365
PrWy              = 11.835,21 x 100  = 9,10
                      1.300
Berdasarkan perhitungan dan tabel IV.10 di atas setelah dilakukan perluasan 500 meter ke arah apron, penambahan kursi menjadi 800 seat pada tahun 2010 dari sebelumnya 675 seat pada akhir tahun 2009 dan penambahan 500 seat yang dioperasikan di ruang tunggu hotel transit dengan forecasting pergerakan penumpang 9,1% pada tahun 2010 - 2014 menunjukan bahwa rasio penumpang terhadap seat (tempat duduk) ruang tunggu yang tersedia masih memerlukan penambahan kapasitas seat (tempat duduk) oleh pihak pengelola.
2.       Pemakaian kapasitas ruang tunggu berdasarkan luas rung tunggu.
Tabel IV.11 Pemakaian Kapasitas Ruang Tunggu Penumpang
pada Bandar Udara Internasinal Sepingan Balikpapan
No
Tahun
Luas Ruang Tunggu (m2)
Pergerakan Penumpang Berangkat dan Transit
Pergerakan Penumpang Per Hari
Rasio Penumpang Terhadap Luas Ruang Tunggu
1.
2005
2.214,01 m2
1.245.520
3.413
1,54 (2)
2.
2006
2.214,01 m2
1.484.710
4.068
1,83 (2)
3.
2007
2.214,01 m2
1.621.999
4.444
2,01 (3)
4.
2008
2.214,01 m2
1.834.437
5.026
2,27 (3)
5.
2009
2.214,01 m2
2.253.460
6.174
2,78 (3)
Sumber : Data diolah dari tabel IV.7 dan Gambar IV.4
Data luas ruang tunggu pada tabel IV.11 diatas berdasarkan SKEP.No.KM.68/KH-207/PHB/83 tanggal 19 Pebruari 1983 pada gambar IV.1
Dengan adanya rencana manajemen untuk melakukan perluasan luas ruang tunggu 500 meter ke arah apron pada tahun 2010, maka penulis mengasumsikan sebagai berikut :
Tabel IV.12 Pemakaian Kapasitas Ruang Tunggu Penumpang (Forecasting)
pada Bandar Udara Internasinal Sepingan Balikpapan
No
Tahun
Luas Ruang Tunggu (m2)
Pergerakan Penumpang Berangkat dan Transit
Pergerakan Penumpang Per Hari
Rasio Penumpang Terhadap Luas Ruang Tunggu
1.
2010
2.715 m2
2.566.691
7.033
2,59
2.
2011
2.715 m2
2.923.462
8.010
2,95
3.
2012
2.715 m2
3.329.824
9.123
3,36
4.
2013
2.715 m2
3.792.670
10.391
3,82
5.
2014
2.715 m2
4.310.852
11.811
4,35
Sumber : Data Diolah Penulis
Data pada tabel IV.12 perhitungannya sama dengan perhitungan pada tabel IV.11 perhitungan pemakaian kapasitas ruang tunggu berikut ini.
Perhitungan pemakaian luas ruang tunggu penumpang pada tabel IV.11 diatas adalah sebagai berikut :
a.       Mt           = 2.430.765 = 3.412,38
                365 (1 tahun)
PrWy  = 3.412,38 x 100  = 1,54
                  2.214,10 m2
b.       Mt           = 1.484.710 = 4.067,69
                        365
PrWy  = 4.067,69 x 100  = 1,83
                  2.214,10 m2
c.        Mt           = 1.621.999 = 4.443,83
                        365
PrWy  = 4.443,83 x 100  = 2,01
                  2.214,10 m2
d.       Mt           = 1.834.437 = 5.025,85
                        365
PrWy  = 5.025,85 x 100  = 2,27
                  2.214,10 m2
e.        Mt           = 2.253.460 = 6.173,86
                        365
PrWy  = 6.173,86 x 100  = 2,78
                  2.214,10 m2
Dari hasil perhitungan yang ditampilkan pada tabel IV.11 diatas dapat diketahui bahwa pergerakan penumpang per hari pada Bandar Udara Internasional Sepinggan Balikpapan mengalami kepadatan penumpang dari luas ruang tunggu yang tersedia. Kebutuhan akan luas ruang tunggu terus meningkat setiap tahunnya sama seperti kebutuhan akan seat ruang tunggu yang tersedia. Pada tabel diatas pergerakan penumpang per hari tertinggi terjadi pada tahun 2009 sebesar 6.174 penumpang dan terendah terjadi pada tahun 2005 sebesar 3.413 penumpang. Sedangkan luas ruang tunggu yang tersedia dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2009 adalah 2214,01 m2 dan tidak mendapatkan perluasan dalam lima tahun terakhir. Seperti yang terjadi pada tahun 2005 pergerakan penumpang per hari sebesar 3.413 penumpang dari batas luas ruang tunggu sebesar 2214,01 m2.
Hal tersebut menunjukan bahwa luas ruang tunggu yang tersedia untuk satu penumpang per m2 diperebutkan untuk dua penumpang pada tahun 2005 dan 2006. Sedangkan pada tahun 2007 sampai dengan tahun 2009 kapasitas luas ruang tunggu yang tersedia untuk satu penumpang per m2 diperebutkan untuk tiga penumpang.
Pada tabel berikut ini penulis mengasumsikan penerbangan komersial pada empat kelompok jadwal keberangkatan yang selalu dipadati penumpang pada jam tertentu sebagai berikut :
Tabel IV.13 Jadwal Penerbangan Komersial (Keberangkatan)
pada Bandar Udara Internasional Sepinggan Balikpapan
(Bulan : M a r e t 2010)
No
Jam Padat Pax
Jumlah Penerbangan
Keterangan
Jumlah Pax
1.
09.00 - 11.00
18 flight
08.40/TGN162
48



09.00/KLS910
48



09.10/7P632
145



09.20/JT361
213



09.25/7P251
145



09.30/RI385
145



Jumlah pax
744



09.40/RI394
180



09.40/SJ231
145



09.50/JT761
230



09.55/SJ164
145



10.00/GA061
134



Jumlah pax
834



10.10/GA513
134



10.20/MI282
160



10.30/7P655
180



10.30/7P281
145



10.45/RI341
180



11.00/TGN174
48



Jumlah pax
847
Jumlah penumpang mulai jam 09:00 - 11:00
2.425
2.
11.05 - 13.00
15 Flight
11.05/7P657
180



11.10/MI 281
180



11.30/JT753
230



Jumlah pax
590



11.45/JT254
230



11.55/GA515
134



12.00/RI394
180



12.15/TGN162
48



Jumlah pax
592



12.25/7P252
145



12.25/SJ569
145



12.30/RI395
180



12.35/SJ165
145



12.50/7P262
145



Jumlah pax
760
Jumlah penumpang mulai jam 11:05 - 13:05
1.942
3.
13.15 - 15.15
14 flight
13.15/SJ161
145



13.25/JT363
230



13.40/JT751
230



Jumlah pax
605



14.15/RI384
145



14.20/SJ174
145



14.20/SJ162
145



14.35/GA517
134



14.45/7P656
180



14.45/TGN175
48



Jumlah pax
797



15.00/JT261
230



15.00/RI349
180



15.05/TGN175
48



15.10/MZ562
145



15.15/JT765
230



Jumlah pax
833
Jumlah penumpang mulai jam 13:15 - 15:15
2.235
4.
17.00 – 18.40
9 Flight
17.00/SJ230
145



17.00/MI283
160



17.15/GA519
134



17.20/GA063
134



17.35/SJ253
145



Jumlah pax
718



17.40/JT365
230



17.50/JT767
230



18.20/SJ175
145



18.40/7P631
180



Jumlah pax
605
Jumlah penumpang mulai jam 17:00 - 18:40
1.323
Sumber : Dinas Sim, Tapor dan Humas (data diolah penulis)
Berdasarkan tabel IV.13 diatas ke empat kelompok jadwal keberangkatan penumpang yaitu antara jam 09.00 – 11.00, 11.05 – 13.00, 13.15 – 15.15 dan pada jam 17.00 – 18.20 yang berdurasi 30 menit terhitung sampai dengan bulan Maret tahun 2010 adalah 7.925 penumpang dari kapasitas seat (tempat duduk) yang tersedia sebanyak 675 penumpang. Seperti yang terjadi pada jam 09.00 – 11.00 total penumpang yang akan melakukan penerbangan sebesar 2.425 penumpang, pada jam 11.05 – 13.00 total penumpang yang akan melakukan penerbangan sebesar 1.942, pada jam 13.15 – 15.15 total penumpang yang akan melakukan penerbangan sebesar 2.235  penumpang dan pada jam 17.00 – 18.20 total penumpang yang akan melakukan penerbangan sebesar 1.323 penumpang  dengan total kapasitas seat yang tersedia sebesar 675 kursi yang terjadi sampai dengan Bulan Maret 2010.
Mengacu pada tabel IV.13 diatas penulis mengasumsikan mulai jam 09:00 sampai dengan jam 18:30 total pergerakan penumpang adalah sebesar 7.925 penumpang dengan rata-rata pergerakan penumpang per dua jam sebesar 2.200 penumpang. Maka penulis mengasumsikan sebagai berikut :
Tabel IV.14 Asumsi Kebutuhan Seat (tempat duduk) Berdasarkan Jadwal Penerbangan Komersial (keberangkatan) pada Bandar Udara Inernasional Sepinggan Balikpapan (Bulan : M a r e t 2010)
No
Pergerakan Penumpang Per Hari
Pergerakan Penumpang / Dua Jam
Seat (tempat duduk) yang dibutuhkan
1.
7.925
2.425
2.500 Seat
2.
7.925
1.942
2.500 Seat
3.
7.925
2.235
2.500 Seat
                Sumber : Data Diolah dari Tabel IV.13
Berdasarkan tabel IV.14 penulis mengasumsikan total pergerakan penumpang dalam satu hari berdasarkan jadwal penerbangan komersial pada tabel IV.12 adalah sebesar 7.925 penumpang, pergerakan penumpang dari jam 09:00 – 11:00 sebesar 2.425 penumpang, dari jam 11:05 – 13:05 sebesar 1.942 penumpang dan dari jam 13:15 – 15:15 sebesar 2.235 penumpang dengan rata-rata pergerakan penumpang setiap dua jam adalah 2.200 penumpang. Dan seat (tempat duduk) yang dibutuhkan terhitung sampai Bulan  Maret 2010 adalah sekitar 2.500 seat (tempat duduk) yang tersedia atau lebih tinggi 300 seat dari rata-rata pergerakan penumpang per dua jam yang meliputi pintu A1, A2 dan A3. Hal ini penulis asumsikan sebagai antisipasi dari kelonjakan pergerakan penumpang pada saat hari-hari besar seperti hari raya idul fitri dan hari libur nasional.
Aspek Kenyamanan Penumpang.
Berdasarkan standar nasional Indonesia / SNI Nomor 03-7049-2004 yang penulis uraikan pada bab landasan teory ruang  tunggu merupakan fasilitas ruangan yang berfungsi sebagai daerah tunggu penumpang sebelum naik pesawat. Sedangkan selama penelitian lapangan dilakukan penulis melihat di dalam ruangan / kawasan internal ruang tunggu banyak pedagang pernak pernik seperti makanan, tas, gelang khas Kalimantan timur, dan sebagainya berjualan di daerah tersebut dengan menggunakan satu sampai dua meja / lemari kaca (etalase) yang tidak sesuai dengan standar nasional indonesia diatas dan keadaannya tidak memberikan kenyamanan tetapi menambah kesempitan kapasitas ruang tunggu yang semestinya di khususkan untuk penumpang.
Kenyamanan adalah merupakan harapan utama penumpang dalam melakukan suatu perjalanan, baik dalam aspek teknis maupun aspek penunjang lainnya seperti yang penulis uraian diatas. Berdasarkan perhitungan penelitan yang dilakukan pada tabel IV.9 dan IV.10 yang merupakan pemakaian kapasitas ruang tunggu berdasarkan seat (tempat duduk) yang tersedia dan luas ruang tunggu per m2 menunjukan adanya kepadatan penumpang dalam jangka waktu lima tahun terakhir ini. Hal ini dibuktikan dengan adanya kapasitas 675 seat (tempat duduk) yang tersedia dalam lima tahun terakhir tidak dapat menampung sekitar 6.174 penumpang per hari pada tahun 2010 atau dengan asumsi satu kapasitas seat yang tersedia di ruang tunggu diperebutkan oleh enam sampai dengan sepuluh penumpang perhari.
Untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang sebagai pengguna jasa pihak pengelola PT. Angkasa Pura 1 (Persero) Cabang Balikpapan terus melakukan peremajaan Bandara dengan melakukan pembangunan jangka pendek dan jangka panjang seperti yang penulis uraikan pada beberapa tabel diatas, yaitu dengan memperluas kapasitas ruang tunggu 500 meter ke arah apron dari sebelumnya 2.214 m2 menjadi 2.714 m2. Sedangkan untuk jangka panjang PT. Angkasa Pura 1 (Persero) melakukan pembangunan hotel transit dengan kapasitas 500 seat (tempat dudu) yang tersedia untuk beberapa penerbangan domestik. Beberapa pembangunan diatas dilakukan untuk memeberikan kenyamanan kepada para pengguna jasa dan mengatasi kepadatan penumpang yang terjadi beberapa tahun terakhir.