Minggu, 19 September 2010

Hidup ku


Kehidupan merupakan sebuah pulau di lautan kesepian, dan bagi pulau itu bukit karang yang timbul merupakan harapan, pohon merupakan impian, bunga merupakan keheningan perasaan, dan sungai merupakan damba kehausan_
Hidupmu, wahai, saaudara-saudaraku, laksana pulau yang terpisah dari pulau dan daearh lain. Entah berapa banyak kapal yang bertolak dari pantaimu menuju wilayah lain, entah berapa banyak armada yang berlabuh di pesisirmu, namun engkau tetap pulau yang sunyi, Menderita karena pedihnya sepi dan dambaan terhadap kebahagiaan. Engkau tak dikenal oleh sesama insan, lagi pula terpencil dari keakraban dan perhatian_
Saudaraku kulihat kau duduk diats bukit emas yang kau kumpulkan merupakan mata rantai yang menghubungkanhasrat dan pikiran orang lain dengan dirimu_
Dimata hatiku engkau tampak bagaikan panglima besar yang memimpin balatentara. Tatapi Setelah kuamati lagi, yang tampak hannya hati hampa belaka, yang tertempel dibalik kopor emasmu, bagaikan seekor burung kehausan dalam emas dengan wadah air yang kosong_
Kulihat saudaraku duduk diatas singgasana agung, sekelilingmu berdiri rakyatmuyang memuji-muji keagunganmu, memuji kebijaksanaanmu, memandangmu seakan-akan nabi yang mengejawantah, bahkan jiwa mereka melambungkan suka ria sampai ke langit-langit angkasa_
kehidupanmu, diliputi oleh kesunyian, dan jika bukan karena kesepian dan kesunyian itu,engkau bukanlah engkau, aku bukanlah aku_
__________________________
Jika bukan karena kesunyian dan kesepian itu, aku akan percaya manakalamendengar suaramu sebagai suaraku, atau manakala aku memandang wajahmu, itulah wajahku sendiri yang tengah memandang cermin___
----Jakarta, _______ramdanridhollohdeka,
Sumber : Suara Sang Guru (Khalil Gibran)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar