Minggu, 19 September 2010

Kebangkitan Diriku


Kemarin boleh dikata aku sebatang kara di dunia, dan kesunyian yang mengurungku bagaikan sekejam ajal_
Diriku bagaikan bunga yang tumbuh dibawah bayangan batu besar -- yang kehadirannya tidak diperhatikan oleh hidup, dan tidak pula memperhatikan hidup_
Namun hari ini jiwaku bangkit, dan kulihat engkau berdiiri disampingku. 
aku bangkit dan bersuka cita, kemudian berlutut dan memuja didepanmu.
Kemarin sentuhan angin sepoi agak merisik, dan sinar surya agak melamah, kabut melurupi wajah bumi, dan gelombang lautan berdebur bagai dihempas prahara ....
Kupandangi diriku, tetapi tiada yang tanpak selain penderitaan kuyang berdiri disampingku, sedangkan hantu-hantu kegelapan jatuh bangun disekitarku bagai burung-burung nazar yang kelaparan.
Namun hari ini alam bermandikan cahaya, gelombang lautan mereda, dan kabutpunn terpencar. kemana pun memandang yang tampak olehku rahasia alam yang terhampar lepas di depanku. 
Kemarin aku merupakan kata bisu ditengah malam, hari ini aku adalah lagu dibibir waktu. Semua ini berlaku dalam sekejap, diciptakan oleh pandangan sekilas, sepatah kata, sedesah napas, dan sekecup ciuman_
Saai itu aku telah mempersenyawakan masa lalu jiwaku dengan dengan harapan masa depan hatiku. Diriku seperti mawar putih yang muncul dari dada bumi ke tengah terang hati.
bagiku saai itu seperti kelahiran isa pada jaman manisia, karena terangkum dalam kasih dan kebaikan, dan mengubah kegelapan menjadi kecerahan, duka menjadi suka, dan putus asa menjadi gairah.
____________________ jakarta, 
Di unduh dari buku Suara sang Duru Khalil Gibran tanggal 20/02/2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar